Visitorbola.com  – Eks striker AC Milan Oliver Bierhoff mengaku tidak sabar untuk melihat Ralf Rangnick dan Zlatan Ibrahimovic sama-sama berada di San Siro karena keduanya memiliki kepribadian yang sama persis.

Rangnick saat ini masih bekerja di Red Bull. Agen Bola Online memberitahukan akan tetapi kabarnya musim depan ia bisa jadi akan merapat ke Milan.

Dan pihak rossoneri sudah mengontaknya melalui CEO Ivan Gazidis. Kabarnya Rangnick sudah bersedia merapat ke San Siro musim depan, menggantikan Stefano Pioli.

Namun Rangnick nanti tak cuma jadi pelatih saja. Ia akan memiliki kuasa penuh atas tim, termasuk urusan jual beli pemain.

Kapasitas Rangnick

Kehadiran Ralf Rangnick ini disambut positif oleh Oliver Bierhoff. Pasalnya Bierhoff tahu persis seperti apa kapasitas Rangnick.

Ia juga mengatakan pelatih berusia 62 tahun tersebut termasuk sosok yang senang mengandalkan para pemain muda. Ini tentu cocok dengan skuat AC Milan yang saat ini rata-rata dihuni para pemain berusia 20 tahunan.

“Rangnick menyukai permainan para pemain muda. Bermain agresif, cepat, dengan banyak melakukan pressing,” serunya seperti dilansir Football Italia.


Kepribadian yang Sama-Sama Kuat

Oliver Bierhoff kemudian mengaku tidak sabar menunggu Ralf Rangnick merapat di skuat AC Milan. Terlebih saat Zlatan Ibrahimovic masih ada di klub tersebut.

Ia ingin tahu apa yang terjadi kala keduanya bersatu. Sebab menurutnya kedua orang ini berpotensi bentrok karena memiliki kepribadian yang sama-sama kuat.

“Ibra harus melihat seberapa besar keinginannya yang tersisa. Mereka adalah dua kepribadian kuat dengan ide-ide yang jelas, masih harus dilihat seberapa akur mereka saat bersama-sama,” serunya.

“Ibrahimovic memiliki kualitas luar biasa. Secara fisik ia dapat melanjutkan [karirnya], tetapi kepalanya adalah hal lain. Agen Bola Terpercaya menyadari bahwa saya tidak lagi memiliki apa yang diperlukan untuk memberikan segalanya,” ujarnya.

“Ia memiliki bakat alami lebih dari saya. Tetapi jika Rangnick datang, ia harus dinilai. Ia pria yang konkret, jelas. Jika seseorang tidak mengikuti rencananya, ia keluar dari tim. Akan menarik melihat dua kepribadian hebat bersatu,” tandas Bierhoff.

Oliver Bierhoff pernah memperkuat AC Milan dari tahun 1998 hingga 2001. Di sana ia sempat membantu Rossoneri memenangi satu gelar Scudetto.